Senin, 02 Januari 2017

Realisasi sebuah Resolusi

    Resolusi, kembang api, begadang, pesta yang meriah mungkin ini kebanyakan orang lakukan saat akhir tahun. Tak banyak juga yang membuat yang namanya resolusi, yang sudah disusun sedemikian rupa bahkan jauh-jauh hari sebelum tahun itu berakhir. Yang disayangnya, terkadang dibuat kurang realistis sehingga tiap tahun seperti mengulangi hal yang sama yang gak pernah terealisasi sama seperti orang jalan di tempat, eh bukan-bukan jalankan dia jalan, berdiri bahkan bergerakpun gak juga. Kenapa? Kalaupun orang itu jalan di tempat, pastinya ada sesuatu yang terjadi entah itu keringetan, jadi bugar dan ya begitulah. Gua rasa sebelum tahun ini berjalan terlalu jauh, ada baiknya sama-sama kita belajar bikin resolusi yang walaupun gua sendiri masih kurang pahami tapi ya mari sama-sama kita pahami. Tapi sebelum itu ada baiknya pahami dulu apa sih resolusi itu, karena banyak yang sok-sok buat tapi artinya aja nggak tau. Kalau dia nggak tau apa yang dia lakuin ya buat apa juga, toh dari awal aja nggak tau.
    Menurut KBBI online, resolusi adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. Yak, singkatnya ada keputusan atau kebulatan antara siapa? Ya antara lu dan diri lu sendiri. Yang tertulis, ya berarti ditulis. Kalo hanya “tulis” hanya sebuah kata saja, tapi kalau diberi imbuhan menjadi “ditulis” akan ada sebuah tindakan menjadi suatu pekerjaan. Kebanyakan orang terlalu memudahkan sesuatu di jaman yang serba modern, di zaman yang dikatakan dunia ada di ujung jari dengan mudahnya bilang “Oke, gua noted di smartphone ya.” Kalo hanya di noted aja gua rasa hanya jadi penghias noted note yang berisi nomor rekening, nomor token, yang hanya dicari kalau dicari. Dari banyaknya manusia di dunia, gua adalah salah satu yang PELUPA dan prioritas membuka smartphone untuk entertain aja untuk mencari kesenangan semata. Sekalipun noted yang lu pasang ada di homescreen sekalipun tapi nggak jadi tuntutan dan upaya untuk merealisasikannya sama aja bohong, banyak cakap tapi tak ada usaha untuk menjadi cakap.
Realisasi yang gua rasa dari kata REAL (nyata) dan sasi (singkatan dari “masa gak bisa sih)  kalo disatuin jadi, “Bikin nyata masa nggak bisa sih?” wkwkwkwkwk...abaikan.  Jangan jadikan resolusi hanya menjadi ekspektasi tanpa realisasi. Ya, memang menginginkan sesuatu lebih mudah dibandingkan usaha dalam membuat sesuatu, tapi kalau jelas-jelas susah untuk direalisaikan ya buat apa dibuat? Untuk apa kita berlelah memikirkan hal yang hanya menjadi penghangat hati tapi pada dasarnya nggak mampu, walau memang manusia hidup dari sebuah tantangan tapi kalau tantangan itu sudah melebihi kemampuan untuk dipikir untuk apa dipikir? Buang aja jangan jadi beban.
    Disini mungkin bukan tempat mencari pencerahan, tapi yang gua mau realisasikan dalam tahun 2017 ini salah satunya adalah menulis blog, setiap hari. Untuk yang sudah merasa basi mendengar pernyataan gua ini dari 3 tahun lalu mohon dimaklumilah ya. Awal memang semangat semu mengebu-gebu, makin hari-makin kendur dan lama-lama terlupakan ditelan rutinitas hari-hari kita. Kendala memang akan selalu ada tapi kalau gini-gini aja kapan bisa buat sesuatu yang luar biasa? 2017 bukan lagi di depan mata tapi sudah jadi nyata, yuk bareng-bareng jadikan lebih baik. Sekian dan terimakasih samapi jumpa esok hari!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar