Resolusi, kembang api, begadang, pesta yang
meriah mungkin ini kebanyakan orang lakukan saat akhir tahun. Tak banyak juga
yang membuat yang namanya resolusi, yang sudah disusun sedemikian rupa bahkan
jauh-jauh hari sebelum tahun itu berakhir. Yang disayangnya, terkadang dibuat
kurang realistis sehingga tiap tahun seperti mengulangi hal yang sama yang gak
pernah terealisasi sama seperti orang jalan di tempat, eh bukan-bukan jalankan
dia jalan, berdiri bahkan bergerakpun gak juga. Kenapa? Kalaupun orang itu
jalan di tempat, pastinya ada sesuatu yang terjadi entah itu keringetan, jadi
bugar dan ya begitulah. Gua rasa sebelum tahun ini berjalan terlalu jauh, ada
baiknya sama-sama kita belajar bikin resolusi yang walaupun gua sendiri masih
kurang pahami tapi ya mari sama-sama kita pahami. Tapi sebelum itu ada baiknya
pahami dulu apa sih resolusi itu, karena banyak yang sok-sok buat tapi artinya
aja nggak tau. Kalau dia nggak tau apa yang dia lakuin ya buat apa juga, toh
dari awal aja nggak tau.
Menurut KBBI online, resolusi adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa
permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang);
pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. Yak,
singkatnya ada keputusan atau kebulatan antara siapa? Ya antara lu dan diri lu
sendiri. Yang tertulis, ya berarti ditulis. Kalo hanya “tulis” hanya sebuah
kata saja, tapi kalau diberi imbuhan menjadi “ditulis” akan ada sebuah tindakan
menjadi suatu pekerjaan. Kebanyakan orang terlalu memudahkan sesuatu di jaman
yang serba modern, di zaman yang dikatakan dunia ada di ujung jari dengan
mudahnya bilang “Oke, gua noted di smartphone ya.” Kalo hanya di noted aja gua
rasa hanya jadi penghias noted note yang berisi nomor rekening, nomor token,
yang hanya dicari kalau dicari. Dari banyaknya manusia di dunia, gua adalah
salah satu yang PELUPA dan prioritas membuka smartphone untuk entertain aja untuk
mencari kesenangan semata. Sekalipun noted yang lu pasang ada di homescreen
sekalipun tapi nggak jadi tuntutan dan upaya untuk merealisasikannya sama aja
bohong, banyak cakap tapi tak ada usaha untuk menjadi cakap.
Realisasi yang
gua rasa dari kata REAL (nyata) dan sasi (singkatan dari “masa gak bisa sih) kalo disatuin jadi, “Bikin nyata masa nggak
bisa sih?” wkwkwkwkwk...abaikan. Jangan
jadikan resolusi hanya menjadi ekspektasi tanpa realisasi. Ya, memang
menginginkan sesuatu lebih mudah dibandingkan usaha dalam membuat sesuatu, tapi
kalau jelas-jelas susah untuk direalisaikan ya buat apa dibuat? Untuk apa kita
berlelah memikirkan hal yang hanya menjadi penghangat hati tapi pada dasarnya
nggak mampu, walau memang manusia hidup dari sebuah tantangan tapi kalau
tantangan itu sudah melebihi kemampuan untuk dipikir untuk apa dipikir? Buang aja
jangan jadi beban.
Disini mungkin
bukan tempat mencari pencerahan, tapi yang gua mau realisasikan dalam tahun
2017 ini salah satunya adalah menulis blog, setiap hari. Untuk yang sudah
merasa basi mendengar pernyataan gua ini dari 3 tahun lalu mohon dimaklumilah
ya. Awal memang semangat semu mengebu-gebu, makin hari-makin kendur dan
lama-lama terlupakan ditelan rutinitas hari-hari kita. Kendala memang akan
selalu ada tapi kalau gini-gini aja kapan bisa buat sesuatu yang luar biasa? 2017
bukan lagi di depan mata tapi sudah jadi nyata, yuk bareng-bareng jadikan lebih
baik. Sekian dan terimakasih samapi jumpa esok hari!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar